Author: Regina

Mengenal Penyakit TBC Tulang

Selama ini mungkin banyak yang mengira kalau TBC hanya menyerang paru-paru yang ditandai dengan batuk, sesak nafas, batuk berdarah, demam yang berlangsung lama, nafsu makan menurun, dsb. Namun kenyataannya penyakit TBC juga dapat menyerang tulang. TBC tulang juga disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang disebarkan melalui udara oleh penderita TBC saat batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Penyakit ini tidak bisa dianggap remeh karena tergolong penyakit berbahaya. Jika tidak cepat ditangani, TBC tulang dapat menyebabkan komplikasi penyakit yaitu paraplegia (kondisi di mana seseorang sulit untuk menggerakkan tubuh bagian bawah) bahkan bisa sampai berujung pada kematian. Baca lebih lanjut untuk mengenal penyakit TBC tulang lebih dekat.

Bagaimana gejalanya?

Mengetahui gejala TBC tulang sedini mungkin sangat penting agar mendapatkan penanganan medis lebih cepat sehingga tidak semakin parah atau bahkan dapat meningkatkan peluang sembuh. Berikut ini beberapa gejala ketika seseorang terserang TBC tulang:

  • Berkeringat di malam hari. Tubuh mengeluarkan keringat pada siang hari ketika cuaca panas menjadi hal yang wajar. Ini menjadi cara tubuh untuk mendinginkan suhu tubuh. Akan tetapi, waspada jika keringat muncul di malam hari karena bisa menjadi pertanda penyakit TBC tulang.
  • Penurunan berat badan. Penderita TBC tulang akan mengalami gangguan makan. Mereka kurang berselera makan sehingga lama-kelamaan berat badannya akan terus mengalami penurunan.
  • Tubuh terasa kaku & tegang. Ketika tubuh terasa kaku & tegang sehingga sulit digerakkan, segera periksakan diri ke dokter karena ini juga menjadi salah satu gejala dari TBC tulang.

Gejala lain dari TBC tulang antara lain pembengkakan pada tulang, demam, dan kelainan pada sistem saraf. Jika diri atau orang terdekat mengalami gejala-gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter sehingga mendapatkan penanganan cepat & tepat jika hasil diagnosa positif terserang TBC tulang.

Bagaimana penanganannya?

Penanganan cepat pada penderita TBC tulang sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti cacat tulang atau lumpuh sekaligus menurunkan resiko kematian. Untuk menangani TBC tulang, dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik. Terapi dengan obat ini biasanya memerlukan waktu yang cukup lama tergantung dari tingkat keparahan dari TBC tulang yang diderita pasien. Selain itu, dokter juga akan melakukan operasi untuk penderita TBC tulang yang cukup parah di mana menimbulkan gangguan pada struktur tulang.

Bagaimana pencegahannya?

Penyembuhan penyakit termasuk TBC tulang tidak semudah kemunculannya. Maka dari itu, lebih baik melakukan upaya penyakit TBC tulang dengan langkah-langkah berikut:

  • Pakai masker & jaga kebersihan diri. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya kalau TBC tulang disebabkan oleh bakteri yang disebarkan melalui udara ketika penderita bersin, batuk, dsb. Maka dari itu, pakai selalu masker di tempat umum untuk mengurangi resiko terserang penyakit termasuk TBC tulang. Tak lupa menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan sebelum makan agar bakteri termasuk bakteri penyebab TBC tidak mudah masuk dalam tubuh.
  • Tingkatkan sistem kekebalan tubuh. Mereka dengan kekebalan tubuh rendah akan lebih mudah terserang penyakit terutama yang disebabkan oleh virus atau bakteri seperti TBC tulang. Oleh karenanya, setiap orang mesti meningkatkan sistem imun tubuh supaya tidak rentan terserang penyakit. Langkah sederhananya seperti olahraga secara rutin, penuhi kebutuhan vitamin C, kelola stres dengan baik, dsb.

Sakit Saat Pipis? Itu Bisa Jadi Infeksi Saluran Kencing

Apakah Anda saat ini sering merasa sakit saat buang air kecil dan hal ini terjadi selama beberapa hari? Jika jawabannya iya, ada kemungkinan bahwa Anda sedang terkena infeksi saluran kencing atau sering juga disebut urinary tract infection. Penyakit ini memang tidak begitu berbahaya tapi harus segera diobati agar gejala yang dirasakan tidak semakin parah dan menyebabkan penyakit lainnya (komplikasi). Untuk lebih jelas mengenai penyakit ini, simak penjelasannya berikut:

Gejala

Infeksi saluran kencing biasanya melibatkan tiga saluran kencing, yaitu ginjal, kandung kemih, dan uretra. Nah, apabila infeksi terjadi pada ginjal, gejala yang terjadi adalah menggigil, mual, muntah, dan nyeri pada punggung. Jika infeksi terjadi pada kandung kemih, gejalanya adalah merasakan tekanan pada perut bawah, sering buang air kecil, dan terdapat darah pada air seni. Sementara itu, untuk infeksi yang terjadi pada uretra, gejala yang dialami adalah merasakan nyeri pada saat pipis. Selain itu, gejala umum lainnya yang bisa saja terjadi adalah urin yang keruh dan berbau, urin bernanah, dan kesulitan untuk mengontrol aliran air seni saat dikeluarkan. Apabila sudah merasakan gejala ini selama 2 x 24 jam, segera temui dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Penyebab

Escherichia coli (E.coli) adalah jenis bakteri yang menjadi penyebab utama terjadinya infeksi pada saluran kemih. Bakteri ini sendiri sudah ada di dalam tubuh, tepatnya di usus dan apabila bakteri ini jumlahnya tidak normal (banyak), bakteri ini akan menginfeksi organ-organ penting di dalam tubuh. Penyakit ini juga bisa disebabkan dari bakteri-bakteri lain yang berasal dari luar tubuh. Sebagai contoh, jika Anda menggunakan kateter atau saat berhubungan intim, bakteri yang menempel pada kateter atau kulit luar pasangan bisa saja masuk ke dalam saluran kencing. Di sisi lain, ada pula faktor-faktor resiko terkena urinary tract infection, seperti aktivitas seksual yang tidak aman, jenis kelamin (wanita beresiko lebih tinggi terkena penyakit ini karena uretra wanita lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah masuk ke dalam kandung kemih), menopause, penggunaan kontrasepsi, penyumbatan saluran kencing, saluran kencing tidak normal, sistem imun lemah, dan arah membersihkan saluran kencing.

Penanganan

Hal pertama yang akan dilakukan oleh dokter adalah mengecek urin dengan cara mengetesnya guna memastikan bahwa penderita benar-benar mengalami penyakit ini atau tidak. Urin yang diuji diambil ketika proses buang air kecil agar air seni yang dihasilkan murni, tidak bercampur dengan cairan lain. Apabila sudah benar dipastikan bahwa penderita menderita penyakit ini, baru dokter akan menindak lanjuti. untuk menangani masalah kesehatan ini, dokter akan memberikan antibiotik yang harus terus menerus dikonsumsi selama gejala masih terus ada. Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk minum banyak air putih minimal 8 gelas per hari, cuci kemaluan dari bagian belakang sampai ke depan setelah buang air kecil atau berhubungan seksual, pakai celana dalam yang nyaman, hindari memakai celana yang terlalu ketat, dan hindari menunda-nunda buang air kecil jika sudah waktunya serta pastikan untuk pipis hingga tuntas. Di samping itu, penting kiranya untuk memberitahukan dokter apabila Anda menggunakan obat pengontrol kehamilan karena beberapa obat antibiotik akan bereaksi terhadap obat tersebut. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti sakit perut, hilang kesadaran, alergi, dan lain sebagainya, alangkah baiknya untuk konsultasi terlebih dahulu.