Sakit Saat Pipis? Itu Bisa Jadi Infeksi Saluran Kencing

Apakah Anda saat ini sering merasa sakit saat buang air kecil dan hal ini terjadi selama beberapa hari? Jika jawabannya iya, ada kemungkinan bahwa Anda sedang terkena infeksi saluran kencing atau sering juga disebut urinary tract infection. Penyakit ini memang tidak begitu berbahaya tapi harus segera diobati agar gejala yang dirasakan tidak semakin parah dan menyebabkan penyakit lainnya (komplikasi). Untuk lebih jelas mengenai penyakit ini, simak penjelasannya berikut:

Gejala

Infeksi saluran kencing biasanya melibatkan tiga saluran kencing, yaitu ginjal, kandung kemih, dan uretra. Nah, apabila infeksi terjadi pada ginjal, gejala yang terjadi adalah menggigil, mual, muntah, dan nyeri pada punggung. Jika infeksi terjadi pada kandung kemih, gejalanya adalah merasakan tekanan pada perut bawah, sering buang air kecil, dan terdapat darah pada air seni. Sementara itu, untuk infeksi yang terjadi pada uretra, gejala yang dialami adalah merasakan nyeri pada saat pipis. Selain itu, gejala umum lainnya yang bisa saja terjadi adalah urin yang keruh dan berbau, urin bernanah, dan kesulitan untuk mengontrol aliran air seni saat dikeluarkan. Apabila sudah merasakan gejala ini selama 2 x 24 jam, segera temui dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Penyebab

Escherichia coli (E.coli) adalah jenis bakteri yang menjadi penyebab utama terjadinya infeksi pada saluran kemih. Bakteri ini sendiri sudah ada di dalam tubuh, tepatnya di usus dan apabila bakteri ini jumlahnya tidak normal (banyak), bakteri ini akan menginfeksi organ-organ penting di dalam tubuh. Penyakit ini juga bisa disebabkan dari bakteri-bakteri lain yang berasal dari luar tubuh. Sebagai contoh, jika Anda menggunakan kateter atau saat berhubungan intim, bakteri yang menempel pada kateter atau kulit luar pasangan bisa saja masuk ke dalam saluran kencing. Di sisi lain, ada pula faktor-faktor resiko terkena urinary tract infection, seperti aktivitas seksual yang tidak aman, jenis kelamin (wanita beresiko lebih tinggi terkena penyakit ini karena uretra wanita lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah masuk ke dalam kandung kemih), menopause, penggunaan kontrasepsi, penyumbatan saluran kencing, saluran kencing tidak normal, sistem imun lemah, dan arah membersihkan saluran kencing.

Penanganan

Hal pertama yang akan dilakukan oleh dokter adalah mengecek urin dengan cara mengetesnya guna memastikan bahwa penderita benar-benar mengalami penyakit ini atau tidak. Urin yang diuji diambil ketika proses buang air kecil agar air seni yang dihasilkan murni, tidak bercampur dengan cairan lain. Apabila sudah benar dipastikan bahwa penderita menderita penyakit ini, baru dokter akan menindak lanjuti. untuk menangani masalah kesehatan ini, dokter akan memberikan antibiotik yang harus terus menerus dikonsumsi selama gejala masih terus ada. Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk minum banyak air putih minimal 8 gelas per hari, cuci kemaluan dari bagian belakang sampai ke depan setelah buang air kecil atau berhubungan seksual, pakai celana dalam yang nyaman, hindari memakai celana yang terlalu ketat, dan hindari menunda-nunda buang air kecil jika sudah waktunya serta pastikan untuk pipis hingga tuntas. Di samping itu, penting kiranya untuk memberitahukan dokter apabila Anda menggunakan obat pengontrol kehamilan karena beberapa obat antibiotik akan bereaksi terhadap obat tersebut. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti sakit perut, hilang kesadaran, alergi, dan lain sebagainya, alangkah baiknya untuk konsultasi terlebih dahulu.